Category: resensi


Things to do before 30

Sesuai dengan judulnya, saya akan memaparkan beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum usia 30 tahun. Tulisan ini saya sadur dari buku yang berjudul sama karya pengarang novel Jombless, Adeyulia S. Buku ini merupakan smart guides untuk perempuan muda yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang pernah merasakan kebingungan setelah lulus kuliah dengan harapan yang membacanya akan mendapatkan sedikit pencerahan, khususnya buat perempuan2 yang belum menikah. Dengan kata lain, smart guides ini dibuat sebagai bahan ancang-ancang untuk melangkah lebih jauh. Tapi tulisan di bawah ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan isi buku. Jadi kalo mau membacanya versi lengkap, kamu boleh hunting di toko-toko buku dan semoga masih ada karena buku ini lumayan sudah lama terbit yaitu tahun 2005 yang lalu. Berikut smart guides yang bisa diterapkan :

1. Mesti Kerja nih
mencari pekerjaan tidaklah mudah, karena jumlah jobseeker di Indonesia semakin banyak tiap tahunnya. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah jelajahi internet (jobsdb.com, karir.com, dll), baca koran, ikutan milis, tanya2 ke temen dan sumber lain. Persiapkan surat lamaran, CV, pakaian resmi dan informasi lainnya. Akan lebih baik lagi jika kita bisa membuka lapangan kerja karena turut membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

2. Nabung, Dong!
Gak bisa dipungkiri kalo zaman sekarang ini mendorong orang untuk konsumtif khususnya di kota besar. Lihat aja, semua barang2 high end dan baju2 trendi cepet banget beredar di pasaran. Apalagi kalo ada yang berpikir “buat apa cari duit susah payah, kalo gak dinikmatin”. Hal itu sah-sah saja, tapi pikir lagi untuk kedepannya alias jaga2 kalau ada masalah darurat. Jadi, usahakan tiap bulannya menyisihkan sedikit uang untuk ditabung.

3. Jangan Egois
Don’t blame everybody but yourself. Belajarlah untuk bertanggung jawab, jujur dan tidak egois. Jika kamu melakukan kesalahan, belajarlah untuk tidak mencari kesalahan2 orang lain, lakukan introspeksi dan jadilah orang terhormat yang bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

4. Jadilah Perempuan Mandiri
Biasakanlah untuk bergantung pada diri sendiri. Jika sudah punya penghasilan sendiri, berusahalah untuk tidak meminta uang pada orang tua. Dengan begini, kita bisa belajar survive dan membuat keputusan penting untuk diri sendiri serta belajar mengatasi berbagai masalah sendiri. Jika berhasil, kita bisa lebih puas dan percaya diri.

5. Jaga Kondisi Tubuh
Saat usia 20-an hormon tubuh sudah lebih stabil, namun pembentukan tulang masih tetap aktif. Usahakan minum susu berkalsium agar tulang tidak cepat keropos. Selain itu, konsumsi vitamin yang cukup, sayur dan buah2an bisa membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, olahraga untuk menjaga berat badan, jika tidak sempat, naik turun tangga bisa dilakukan ketimbang menggunakan lift.

6. Jangan Jajan Sembarangan
Biasakan makan makanan bergizi dan bernutrisi setiap harinya. Ini dilakukan agar tubuh kita lebih kuat dan kebal terhadap penyakit. Hindari cemilan berlemak tinggi dan usahakan makan tepat waktu.

7. Cintai Kulit Kamu
Di usia 20-an, kulit masih kenyal dan biasanya tidak terlalu berminyak seperti saat berusia belasan. Inilah saat yang tepat untuk melakukan perawatan pada kulit. Hitung2, sebagai investasi saat tua nanti. Mulailah pilih produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit dan lakukan perawatan secara rutin.

8. Temukan Nilai Plus-mu
Kalau kamu sering membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain yang ujung2nya malah bikin minder, mulai sekarang coba ubah cara berpikir dan memandang diri sendiri. Carilah bagian ‘berkualitas’ dari diri kamu dan banggalah dengan hal itu. Karena semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Memang terdengar klise, tapi itulah faktanya.

9. Tampil Tepat Ala “Gue”
Penampilan yang menarik bisa dimiliki semua orang. Kenakan pakaian yang menurut kamu paling nyaman untuk digunakan. Namun sesuaikan juga dengan kondisi dan situasi. Create your own style, jika perlu minta masukan dan kritik dari sahabat.

10. Jangan Ketinggalan Informasi
Setiap orang pasti senang jika bertemu orang lain yang enak diajak ngobrol tentang apa aja alias gak tulalit. Orang yang supel dalam pergaulan biasanya adalah orang yang mengetahui the latest news and the lattest gossip. Untuk itu, teruslah meng-update isi otak dengan berita2 terbaru.

11. Maaf, Tolong, Permisi, Terima Kasih
Empat kata ajaib ini mempunyai efek positif yang cukup tinggi bagi diri pribadi dan lingkungan sekitar. Seberapa seringkah kamu mengucapkannya? Kalau jawabannya jarang hingga ‘gak pernah’, latihan mulai saat ini!

12. Punya Kegiatan Seru
Gunakan waktu luang kamu dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Cari komunitas yang sesuai minat kamu. Misalnya kamu suka menggambar komik, cobalah bergabung dengan komunitas komik. Siapa tau, dari sekedar hobi, justru bisa menambah relasi bahkan bisa menemukan bisnis yang mungkin bisa digeluti.

13. Manjakan Diri
Setelah bekerja atau beraktivitas seharian, biasakan untuk istirahat yang cukup. Tidur 6-8 jam setiap hari dan sesekali manjakan diri dengan pergi ke salon atau spa. Singkirkan pikiran2 negatif dan cobalah untuk rileks beberapa saat. Think happy thoughts!

14. Jaga Hubungan Baik Dengan Teman
Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan teman akrab di lingkungan kerja. Selain sibuk dengan urusan masing2, terkadang persaingan antar pegawai membuat kita manjadi ekstra hati2 dalam bergaul. Jadi, usahakan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan teman lama. Bisa dengan mengunjunginya atau kirim sms dan email secara rutin dan kalau sempat, bisa juga dengan mengajak hang out bareng.

15. Belajar Dari Teman Yang Sukses
Kadang ada rasa jealous saat temen bercerita tentang hidupnya yang going so well (gaji gede, pangkat naek terus), sedangkan kamu masih belum jelas mau kemana. Sebenernya, kita tidak perlu iri, karena kita bisa belajar banyak dari mereka. Jika perlu tanyakan trik2 mereka untuk sukses. Berkumpul dengan orang yang ‘berhasil’ juga bisa memberi motivasi dan inspirasi untuk mengambil langkah agar bisa sesukses mereka.

16. Stop Ngomongin Kejelekan Orang Lain
Nge-gosip memang seru, tapi jangan dijadikan kebiasaan karena hanya akan menambah dosa. Untuk bisa dihargai orang lain, diri sendiri lah yang harus memulainya. Contohnya jika kamu gak ingin digosipin, ya jangan ngomongin kejelekan orang lain.

17. Kok Masih Jomblo Aja?
Boro-boro nikah, mendapatkan pacar aja susahnya minta ampun!. Memang mencari pasangan ideal tak bisa dikatakan mudah. Semakin lama, semakin tinggi pula standard yang ditetapkan untuk mencari pasangan. Tidak perlu depresi dan yakinlah bahwa ada seseorang untuk kamu, dimanapun ia berada. Jika tidak punya waktu untuk gaul, tak perlu malu untuk minta bantuan teman karena biasanya teman kita sudah paham untuk memilihkan pasangan yang cocok dengan kita. Intinya jangan putus asa and keep looking.

18. Atur-atur Waktu
Waktu sangatlah berharga karena tidak bisa diulangi. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin dan aturlah sedemikian rupa agar kamu tidak merasa lelah berlari mengejar waktu.

19. Optimis, Dong!
Hidup ini tidak selalu mudah. Pasti ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Hadapi setiap kerikil dalam perjalanan hidup. Setiap orang punya potensi untuk sukses, namun hanya sedikit yang mampu menggali potensi tersebut. Mulailah melihat segala permasalahan dari sisi yang lebih baik. Agar lebih terinspirasi dan bersemangat, bacalah perjalanan tokoh terkenal yang melakukan perjuangan dari nol hingga sukses.

20. Punya Tujuan
Pikirkan baik-baik apa yang ingin kamu lakukan atau capai. Ingat2lah keinginan tersebut dan lakukan sesuatu untuk dapat mencapainya. Jangan takut tidak berhasil. Lakukan terus dan berani untuk mencoba, terus belajar dan belajar untuk menggapainya.

21. Jauh-jauh Dari Stress
Jika kamu merasa stress, cari tau penyebabnya, tarik napas dalam2, tenangkan pikiran dan mulailah mencari solusinya. Curhat dapat meringankan stres yang dihadapi. Selain itu, dukungan orang terdekat juga bisa membuat kita merasa lebih baik dan diperhatikan.

22. Mulai Beramal
Kadang orang sering lupa, masih banyak orang yang kurang beruntung dan membutuhkan perhatian. Tidak ada salahnya menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu sesama. Sedikit bersedekah dapat mengajarkan banyak hal pada diri sendiri. Kamu akan lebih menghargai bagian hidup yang selama ini kamu sepelekan. Karena apa yang kamu anggap sepele, bisa jadi sesuatu yang penting bagi orang lain.

23. Bersyukur Setiap Hari
Kalau mengeluh adalah santapan kamu setiap hari, mungkin penyebabnya hanya satu yaitu kurang bersyukur. Kamu tidak akan pernah bisa menikmati hidup kalau kamu tidak pernah berterima kasih atas apa yang kamu miliki. Cobalah untuk mulai bersyukur atas semua rahmat yang kamu terima hari ini. Banyak bersyukur dapat meningkatkan kebahagiaan karena ternyata “gue gak sial-sial amat” dan dapat membangkitkan semangat, percaya diri dan rasa optimis.

24. Catat Apa Yang Sudah Kamu Lakukan
Tanpa kita sadari, waktu berjalan dengan cepat. Gak kerasa sudah mendekati tahun baru, tapi koq masih gini-gini aja?. Sebenernya pasti ada sesuatu yang kita raih tiap tahunnya. Cobalah untuk mengingat dan mencatatnya. Dengan ini, kamu akan lebih menghargai diri sendiri karena telah meraih kemajuan. Setelah itu, mulailah dengan membuat resolusi baru untuk tahun depan.

Judul : R.A Kartini, Riwayat dan Perjuangannya
Penulis : Drs. Mardanas Safwan
Sutrisno Kutojo
Tebal : 65 halaman
Penerbit : PT. Mutiara Sumber Widya
Tahun : Cetakan Pertama 1985
Cetakan Kedua 2001
Cetakan Ketiga 2004
“Hidup itu akan indah dan berbahagia apabila dalam kegelapan kita melihat cahaya terang”
sepotong kalimat yang diucapkan R.A Kartini semasa hidupnya ini mampu memberikan arti dan spirit tersendiri dalam perjuangan meraih persamaan dan kesetaraan gender atau disebut juga emansipasi.
Siapa yang tidak kenal dengan R.A Kartini. Wanita kelahiran 21 April 1879 ini merupakan
perintis perubahan bagi kaum wanita. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang berpikiran maju dan sosoknya yang cekatan, lincah, pintar, suka belajar dan haus akan ilmu pengetahuan. Saat usia 7 tahun, ia bersekolah di Sekolah Kelas Dua Belanda. Selain belajar di sekolah, ia juga kerap memperoleh pelajaran Bahasa Jawa, memasak, menjahit, mengurus Rumah Tangga dan pelajaran agama di rumahnya. Keluarganya sangat mengedepankan pendidikan. Sebagai seorang gadis kecil yang lincah ia hanya berpikir mengenai sekolah dan bermain. Hingga suatu hari seorang teman Belanda-nya bertanya mengenai cita-cita Kartini setelah tamat sekolah. Ia mulai memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut sampai akhirnya ia memikirkan untuk mengubah nasib kaum wanita di kemudian hari. Usia 12 tahun, setelah tamat sekolah dasar, Kartini menjalani masa pingitan. Hidupnya berubah, ia kesepian dan tidak boleh melanjutkan pendidikan. Hidupnya ibarat burung dalam sangkar emas. Keluarganya yang memegang teguh
adat lama, tidak menyetujui keinginan Kartini yang menghendaki perubahan. Kartini hanya bisa mencurahkan cita-cita perjuangannya dalam bentuk surat. Ia rajin menulis surat kepada temantemannya di Belanda. Isinya mengandung cita-cita yang luhur, terutama untuk mengangkat derajat wanita Indonesia. Berkat surat-surat ini, tahun 1903 didirikan Sekolah Kartini Pertama di Semarang. Dan di usia 25 tahun, R.A Kartini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Perjuangan R.A Kartini tidak serta merta didapatkan begitu saja, butuh proses dan perjalanan panjang dalam menapakinya. Ketidaksetujuan keluarga ditambah celaan sebagai penentang adat dan tradisi datang selama proses menuju perubahan. Namun R.A Kartini tidak berhenti, ia tetap dengan pendiriannya untuk melawan kebiasaan atau adat yang kuno dan kolot. Ia ingin agar wanita Indonesia setara dengan pria, memiliki hak bukan hanya kewajiban dan juga bisa sejajar dengan wanita-wanita dari Negara lain.
Penjabaran di atas hanya sepenggal dari kisah panjang R.A Kartini semasa hidupnya yang
dikutip dari sebuah buku berjudul R.A Kartini Riwayat dan Perjuangannya. Buku setebal 65 halaman ini mampu menghipnotis pembaca untuk merasakan penasaran akan kisah-kisah R.A Kartini karena penyajiannya yang teratur dan sistematis dimulai dari masa kanak-kanak, masa muda, masa dewasa, perjuangan R.A Kartini dalam mencapai emansipasi wanita, perjuangan dalam bidang pendidikan, dan saat-saat terakhir hingga kemajuan wanita Indonesia sesudah R.A Kartini wafat. Selain itu, disertakan pula gambar yang walaupun hanya sedikit, namun cukup untuk menggambarkan sosok R.A Kartini dan kehidupan pada saat itu. Bahasa yang dipakai mudah dimengerti dan tepat sasaran sehingga cocok untuk dibaca oleh semua kalangan baik tua maupun muda. Karena memang buku ini tidak terlalu tebal, maka dapat dibaca pada waktu luang dan bisa dibawa kemana-mana. Selain itu, di akhir halaman terdapat rangkuman dari isi buku sehingga lebih membantu proses pemahaman jalan cerita dari buku ini.
Bagi para mahasiswa, buku ini cocok untuk menambah referensi bacaan bermutu karena selain kita bisa lebih mengenal dekat sosok R.A Kartini, kita juga bisa mengetahui bagaimana sulitnya perjuangan R.A Kartini saat itu dan sudah seharusnya kita bangga memiliki seorang tokoh seperti R.A Kartini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.