Tiap mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi suatu saat akan menjalani hari yang disebut wisuda. Walaupun ada yang memilih untuk tidak merayakan kelulusan dengan mengikuti tradisi wisuda ini, tapi tetap saja wisuda menjadi ajang yang dinanti-nantikan pada lulusan perguruan tinggi. Tradisi wisuda ini sebenarnya ada sebagai perayaan sekaligus simbol kelulusan yang dipersembahkan untuk para orang tua mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studinya. Pada umumnya prosesi wisuda meliputi penyerahan ijasah, pemindahan tali pada topi toga, pengumuman dan pemberian hadiah kepada mahasiswa berprestasi baik akademik maupun nonakademik, dan serangkaian acara lainnya yang mungkin saja berbeda kebiasaannya antara kampus yang satu dengan yang lain. Biasanya rangkaian acara wisuda ini memakan waktu dari pagi hingga siang hari. Namun waktu yang cukup singkat tersebut berbanding terbalik dengan waktu yang dihabiskan untuk persiapannya. Mulai dari birokrasi dan administrasi hingga busana dan perlengkapan lain yang akan digunakan.

Untuk urusan birokrasi dan administrasi, tiap kampus menerapkan sistemnya masing-masing dan bagaimanapun juga hal ini penting dilakukan sebagai syarat untuk menjadi peserta di acara wisuda kelak. Yang terpenting dari urusan yang satu ini adalah informasi yang up to date atau tidak ketinggalan. Jangan sampai kita terpaksa menunda waktu wisuda hanya karena waktu pendaftaran wisuda sudah lewat dari batas waktu yang sudah ditetapkan. Kadang dalam hal ini, teman sangat membantu karena mungkin tidak setiap hari kita ke kampus untuk mengetahui informasi terbaru. Maka, info dari temanpun akan sangat berguna. Kemudian mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk kelengkapan administrasi hingga semuanya terpenuhi.

Hal lain yang cukup menyita perhatian yaitu persiapan busana dan perlengkapan lainnya. Dalam hal ini para calon wisudawan harus mempersiapkan busana resmi yaitu setelah jas untuk laki-laki dan kebaya atau busana nasional untuk perempuan. Hal ini tentu tidak menjadi masalah manakala kita sudah memiliki atau mempersiapkan busana dan perlengkapannya dari jauh hari. Tapi berbeda jika kita baru mempersiapkannya mendekati hari H. Namun jangan panik, karena dalam waktu satu minggupun, itu sudah cukup. Jita tidak ingin repot-repot mempersiapkan busananya atau tidak punya cukup biaya, kita bisa datang ke tempat-tempat penyewaan busana Nasional terdekat. Biasanya di sekitar kampus, terdapat beberapa bisnis seperti ini bahkan ada yang sekaligus bisnis penyewaan busana plus salon kecantikan. Budget yang kita keluarkan untuk penyewaan ini bervariasi yang berkisar antara 40.000 hingga 150.000, tinggal disesuaikan saja dengan selera dan kebutuhan. Option lain yaitu dengan membeli bahan dan menjahitnya sehingga busana yang akan digunakan akan pas di badan. Tentu saja kita harus menyediakan budget ekstra karena kita akan mengeluarkan dana untuk membeli bahan dan membayar jasa tailor. Selain itu, khusus calon wisudawan perempuan, jika tidak bisa make-up sendiri, maka harus menyediakan budget 80.000 hingga 150.000 untuk keperluan make-up dan dari subuh sudah harus siap-siap ke salon karena bisa dipastikan salon-salon terdekat akan penuh dengan rekan-rekan yang akan diwisuda juga. Keperluan lainnya yang harus dipersiapkan adalah sandal atau sepatu, toga dan persiapan tempat untuk keluarga yang akan datang dan menginap.

Untuk daerah Bandung, berikut ada beberapa rekomendasi tempat yang mendukung segala persiapan tersebut. Namun informasi ini terbatas di daerah Jalan Buah Batu, Karapitan, Pelajar Pejuang 45 dan RE Martadinata. Jalan-jalan tersebut dipilih karena terletak tidak jauh dari perkotaan dan kampus-kampus yang ada di kota Bandung.

1. Khusus yang berencana membuat sendiri busana yang akan dikenakan, bahan-bahannya bisa dibeli di Pasar Baru. Disini terdapat pusat grosir bahan yang terletak di lantai 2 dan 3. Tidak jarang disini terdapat obral dengan harga miring, jadi tinggal pintar-pintar kita saja untuk memilih bahan yang berkualitas namun dengan harga yang cukup dengan kantong kita.

2. Setelah membeli bahan, tentu kita akan bingung akan dijahit dimana bahan tersebut. Ada beberapa tempat yang bisa anda pilih. Pertama, sebelum meninggalkan “Pasar Baru” setelah membeli bahan, ada baiknya kita cari jasa penjahit disana. Pilihan kedua adalah “Kebaya Geulis” yang ada di Jalan Karapitan. Disini jahitannya rapi dan biayanya berkisar 225000 perkebaya. Jika ditambah dengan menjahit kain (untuk bawahan) maka siap-siap saja mengeluarkan dana yang lebih. Pilihan ketiga yaitu dengan menghubungi kerabat atau teman yang menurut anda bisa memberi rekomendasi yang anda perlukan.

3. Untuk keperluan tata rias, biasanya khusus mahasiswi berkerudung memerlukan penata rias yang kompeten baik di makeup maupun di kreasi gaya kerudung. Salon umum kadang tidak menyediakan fasilitas ini. Maka butik-butik muslimah seperti “Shafira House” di Jalan Buah Batu dan “Rabbani” di Dago bisa dihubungi.

4. Mendekati hari H, kadang banyak hotel dan penginapan terdekat sudah penuh di booking. Untuk memastikan bahwa kita mendapatkan tempat tanpa harus berkeliling Bandung, maka fasilitas telekomunikasi dapat dimanfaatkan. Untuk itu, berikut beberapa hotel dan penginapan beserta alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi :
– Ardellia Hotel, Jl. Emong no.17 Burangrang Bandung (022-7300371/7300997)
– Lodaya hotel, Jl. Lodaya Bandung
– Marala Hotel, Jl. Pelajar Pejuang 45 no.114-116 Bandung (022-7307698)
– Hotel Rinjani, Jl. Pelajar Pejuang 45 Bandung
– Hotel Benua, Jl. Pelajar Pejuang 45 Bandung
– Hotel Sepuluh, Jl. Pelajar Pejuang 45 Bandung
– Narapati Indah Hotel, Jl. Pelajar Pejuang 45 no.35 Bandung (022-7303376/7303629)
– Wisma Nusaindah, Jl. Lodaya No.95 Bandung (022-7300505/7319400)
– Hotel Kartika, Jl. RE. Martadinata 144A Bandung (022-7271670/7202056)
– Hotel Melati Pondok Kurnia, Jl. Cijagra Raya 26A (022-7310182)
NB: no telepon bisa ditanyakan di 108(hehe…)