Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menyebabkan perubahan besar dalam semua aspek bisnis. Perubahan-perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk mempersiapkan dirinya agar bisa diterima di lingkungan global. Keadaan ini memaksa manajemen untuk berupaya menyiapkan, menyempurnakan ataupun mencari strategi-strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat dunia.

Dengan memahami dan mengembangkan hubungan antara bisnis dengan SI/TI, maka organisasi dapat berkonsentrasi pada aplikasi TI untuk membantu strategi bisnis. Tujuannya agar menghasilkan suatu framework untuk mencapai kesesuaian antara strategi SI/TI dengan strategi bisnis untuk perencanaan strategis sistem informasi. Kesesuaian strategi SI/TI dengan strategi bisnis mendefinikan apakan strategi bisnis yang ada mendukung visi, misi, tujuan dan perencanaan bisnis.

Ada 4 tahapan yang diterapkan dalam framework kesesuaian PSSI/TI dengan perencanaan bisnis yaitu mencakup perencanaan bisnis, tata kelola bisnis, perencanaan SI/TI dan tata kelola SI/TI. Setelah melakukan tahapan-tahapan tersebut, akan ada penilaian terhadap masing-masing kriteria. Bagian yang paling penting dari proses penilaian ini adalah pembuatan rekomendasi untuk menindaklanjuti masalah dan menentukan prioritas untuk melakukan perbaikan.

Dengan melakukan analisa terhadap proses bisnis, strategi bisnis dan peran dimana informasi dan sistem dalam bisnis, kebutuhan dan peluang yang potensial bisa diketahui. Kebutuhan akan informasi baru dapat dikonversi menjadi sistem-sistem dan pengorganisasian data. Perencanaan strategis sudah seharusnya mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada dan mengeksploitasi kekuatan serta memunculkan peluang dan kebutuhan yang baru. Oleh sebab itu, perencanaan strategis diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan pada lingkungan bisnis yang selalu bergerak secara dinamis.

Setiap perusahaan idealnya memiliki suatu alat ukur untuk mengetahui seberapa baik performansi perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memprediksi kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Untuk mengukur tingkat kinerja dan kelangsungan hidup perusahaan salah satunya adalah menggunakan metode Ballance Scorecard yang tidak hanya terfokus pada hal-hal yang sifatnya finansial saja, melainkan juga turut memperhatikan faktor-faktor non finansial seperti tingkat kepuasan pelanggan, inovasi produk dan jasa, maupun efisiensi proses kerja yang turut mempengaruhi kinerja organisasi di masa depan. Selain itu, ballance scorecard juga memiliki kelebihan dibandingkan metode lain, keunggulannya antara lain pengukuran yang lebih luas dan komprehensif, adanya hubungan sebab akibat, seimbang dan dapat diukur.

Daftar Pustaka
1. http://jsofian.wordpress.com/
2. http://www.duniaesai.com/
3. PPT Materi Kuliah KapSel3 STT Telkom 2007