Global Warming atau pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Dewasa ini global warming yang berakibat pada berbagai macam bencana ekologis belum menjadi kesadaran dari berbagai pihak sebagai suatu masalah yang harus segera diminimalisir. Walaupun telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi, tuntutan peningkatan perekonomian dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif), tetapi masih banyak yang tidak memahami dan kurang peduli pada global warming yang berimbas pada bencana saat ini. Global warming berakar dari efek rumah kaca yang disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5 – 4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat, tentunya dibarengi dengan perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi, meningkatnya suhu air laut mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.
Untuk mengantisipasi dampak dari gas rumah kaca yang sangat membahayakan kehidupan bumi, maka sangat dibutuhkan upaya untuk menanggulangi efek rumah kaca agar dampaknya tidak melebar beberapa tahun ke depan. Maka, diperlukan suatu tindakan penanggulangan yang konsisten dan berkelanjutan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Dari sekian banyak hal yang dapat dilakukan seperti mengurangi pemakaian gas freon dan bahan bakar minyak, menanam pohon sebagai langkah penghijauan dan masih banyak lagi, namun yang terpenting adalah kesadaran tiap warga masyarakat untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Namun yang kita lihat bahwasanya masih banyak yang belum sadar akan bahaya global warming ini bahkan yang lebih miris yaitu para generasi muda masih kurang diberikan pengetahuan tentang hal ini. Pada kenyataannya generasi sekarang terus menerus menggunakan dan memanfaatkan sumber daya alam tanpa memperhatikan efek samping yang dihasilkan dari pemakaian yang berlebihan dan tidak terkendali. Maka dari itu, diperlukan penanaman suatu pemikiran untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang dimulai sejak dini, karena kesadaran lingkungan yang terbentuk sejak dini dapat menjadi fondasi yang kuat untuk kedepannya.

Daftar Pustaka :
1.____. Pemanasan Global. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.wikipedia.co.id/
2.____. Dapatkah Pemanasan Global Mencairkan Seluruh Es di Bumi?. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.antara.co.id
3.____. Pemanasan Global, Tragedi Peradaban Modern. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.timpakul.hijaubiru.org/panas-3/
4.____. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.wwf.or.id/