Kampus merupakan bukan hanya sebagai tempat dimana para pemuda pemudi Indonesia menuntut ilmu tapi juga sebagai wadah untuk membentuk idealisme. Pers sebagai salah satu mediator pembentuk paradigma massa, dituntut untuk menunjukkan peran aktifnya karena peradaban kampus turut dipengaruhi oleh peran pers dalam kampus tersebut. Kita lihat contoh pada era Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, pers memberikan pengaruh yang signifikan dalam memompa semangat perjuangan Bangsa Indonesia untuk melawan penjajah dan menegakkan Kemerdekaan di Republik Indonesia ini. Dengan analogi seperti inilah, peran pers sangat penting dan bukan hanya menjadi sarana pemberi informasi tapi juga sebagai motivator, inspirator dan komunikator.

Sebagai motivator maksudnya para pendengar khususnya mahasiswa diberikan suntikan motivasi atas isu-isu yang sedang berkembang di kampus agar mereka lebih intens dan peduli serta mampu mengkritisi terhadap kebijakan-kebijakan kampus. Sehingga mahasiswa tidak hanya sebagai penonton tapi juga bisa turut andil menjadi pelaku perubahan. Sebagai inspirator maksudnya tulisan-tulisan yang disajikan mampu memberikan inspirasi kepada para pembaca. Memberikan inspirasi bahwasanya dunia adalah luas, sebagai mahasiswa tidak bisa menutup diri dari segala pergolakan yang sedang terjadi baik di kampus maupun yang terjadi di lingkungan global, seperti kemajuan teknologi hingga peran politik mahasiswa di masyarakat harus ditonjolkan. Komunikator yaitu secara tak langsung pers juga berperan sebagai fasilitator atau media komunikasi penyampaian aspirasi dari mahasiswa ke pihak institusi.

Selain itu, objektivitas penulisan harus dikedepankan karena pers kampus harus menjadi lembaga atau wadah berkumpulnya penulis-penulis yang netral, tidak memihak namun mengkritisi secara pedas berdasarkan kacamata pers. Segala tulisan yang dipublikasikan boleh menjadi perdebatan hangat namun esensi dari tiap artikel harus bisa diterima dengan pemahaman sebaik-baiknya. Pers kampus yang merupakan tempat bersatunya para jurnalis kampus sudah seharusnya mampu memanfaatkan momentum kepengurusan untuk menjalankan perannya sebagai mata-mata kampus, intelegen kampus dan kepanjangan tangan mahasiswa. Agar pers kampus memiliki kinerja yang optimal, perlu dukungan dari pihak institusi terkait. Baik itu berupa dukungan moral maupun materil. Adanya bentuk penghargaan secara konkret dari pihak institusi dan diiringi penyediaan sarana dan prasarana yang cukup memadai akan mendorong tumbuh sehatnya pers kampus. Dan pers kampus dapat melakukan peran jurnalistiknya secara profesional dan proporsional.