Suatu hari saat Ayu sedang mengecek email di suatu warung internet, ia mendapati inbox-nya terisi oleh kalimat “Dimaz has invite u to join Group ALIYA”. Karena penasaran, group apakah itu, maka ia segera membuka group tersebut. Dan ternyata “ALIYA” adalah group yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas group yang terdapat di Frendster yang bertujuan untuk sekedar mengumpulkan beberapa orang dalam suatu komunitas yang membicarakan hal2 yang ringan seperti di warung kopi mulai dari membicarakan sepak bola, lagu, musik, hobi hingga ke masalah yang agak berat seperti diskusi mengenai dampak teknologi terhadap Lingkungan dan masih banyak lagi. Hampir seluruh membernya adalah para mahasiswa dari berbagai universitas dan daerah.
Ya..mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar group2 yang berseliweran di dunia maya, atau bahkan anda merupakan admin ataupun hanya sekedar iseng2 dan menyukai bergabung di group2 online.
Banyak cara untuk menjalin keakraban, salah satunya adalah dengan membentuk suatu komunitas tersendiri yang tidak perlu formal ataupun legal dan bahkan di zaman era teknologi maju seperti sekrang ini, berkumpul tidak perlu dengan bertatap muka secara langsung. Karena setiap manusia adalah makhluk sosial yang butuh bersosialisasi dan berinteraksi. Jika waktu ataupun jarak membatasi ruang gerak manusia serta membatasi proses pertemuan, maka Kemajuan Teknologi adalah jawabannya. Dulu kita hanya mengenal Telepon yang ditemukan pertama kali oleh Alexander Graham Bell, lalu ada media internet dan kitapun bisa mengobrol atau chat di MiRc, yahoo Messenger ataupun Meebo. Bahkan agar lebih asyik lagi, untuk chat di Internet ada media vidoe converence sehingga bisa bertatap muka secara langsung tapi tetap dengan perantara. Beberapa tahun terakhir ini, muncul situs Friendster yang menyediakan account secara gratis yang isinya mengenai data diri disertai foto dan berbagai fasilitas lainnya salah satunya adalah Group yang kita bahas kali ini.
Setiap segala sesuatu pastilah memiliki sisi positif dan negatifnya, begitu pula yang berlaku pada sebuah Group. Kelebihannya antara lain :- tidak terbatas oleh ruang dan waktu, karena bukan chat secara langsung maka si pengunjung yang ingin menuliskan komentar akan terekam dalam web dan dapat dibaca setiap saat oleh siapapun user yang masuk.
– Menambah Relasi bahkan mempererat relasi yang sudah ada. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu topik pembicaraan bisa menarik perhatian. Diskusi yang panjang dan “nyambung” dapat membuat suatu ikatan relasi baru dan bahkan untuk yang sudah saling mengenal, bisa mempererat tali relasi karena mereka dapat membicarakan dan melanjutkan suatu diskusi yang awalnya hanya di Forum atau Group menjadi obrolan di pergaulan sehari-hari.
– Pengaktualisasian diri, karena terkadang kita bisa saja kebingungan saat mendapatkan waktu luang yang terlalu lama. Kurangnya kesibukan dan interaksi dapat berdampak stagnan atau bahkan kemunduran. Untuk mengantisipasinya, salah satu cara nya adalah dengan terus mengaktualisasikan diri dan selalu mencari tahu keadaan2 di dunia luar dan bergabung di komunitas maya merupakan salah satu alternatifnya.
Di samping kelebihan, terdapat juga Kekurangannya yaitu antara lain :
Terkadang obrolan di dunia maya, akan berbeda dengan di kehidupan nyata. Tidak sedikit kasus yang terjadi dimana kopdar atau kopi darat justru menjadi awal dari renggangnya hubungan relasi yang telah dibentuk. Atau kasus lain, seseorang merasa ketagihan berinteraksi di dunia maya, dan melupakan kodratnya sebagai manusia yang sudah seharusnya bersosialisasi dengan lingkungannya. Karena merasa aman dengan embel2 status yang tidak diketahui kebenarannya dan keberadaannya, seseorang bisa saja menjadi sosok yang berbeda dengan keadaan sebenarnya.
Jadi kesimpulannya, setiap hal adalah relatif. Ada sisi positif dan ada sisi negatifnya tergantung bagaimana cara pandang kita, apakah mau menilai dari sisi positifnya saja atau negatifnya saja. Dan karena itu, sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran oleh Yang Maha Menciptakan, sudah sepatutnya mampu memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak penting, mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan keseimbangan merupakan kunci jawabannya. Seperti sebuah kalimat dari William Shakespeare “there is nothing either good or bad, but thinking makes it so”