Lampung merupakan salah satu provinsi yang terletak di ujung Pulau Sumatera. Provinsi yang beribukotakan Bandar Lampung ini menyimpan berbagai panorama wisata yang cukup menarik untuk dilihat. Salah satu komoditi wisata yang paling menonjol yaitu Pantai. Dari segi geografis, wilayah Lampung hampir sebagiannya dikelilingi oleh lautan. Dari sisi inilah, maka di Lampung sendiri sekarang sudah ada kurang lebih sebelas (11) wisata alam yang menawarkan keindahan Pantai. Seperti Tanjung Sekali(Pantai Tarahan), Kalianda Resort, Pantai Pasir Putih, Pantai Pulau Pasir, Merak Belantung, Pantai Mutun, Pantai Lempasing, Pantai Puri Gading, Pantai Duta Wisata, Pantai tirtayasa dan masih banyak lagi. Kesemua pantai tersebut letaknya tersebar di Tarahan Lampung Selatan, Kalianda Lampung Selatan dan Teluk Betung selatan.
Sebenarnya hampir di kesemua wisata pantai tersebut tidak ada perbedaan yang mencolok mengenai apa yang ditawarkan disana. Standardnya di setiap pantai disediakan fasilitas parkir, mushala, WC, kedai2 tempat para pedagang berjualan, pondok2 untuk para pengunjung, mainan anak-anak seperti ayunan, jungkat-jangkit, kolam pasir dll, dan penyewaan ban serta suasana pantai yang identik dengan pasir, pohon kelapa, angin yang bertiup kencang, kerang, rumput laut. Namun ada pula beberapa wisata pantai yang menawarkan fasilitas khusus seperti adanya banana boat dan Speed Boat di Pantai Puri Gading, Lalu ada Tanjung Selaki dengan Banana Boat-nya, Kemudian ada snorkling, massage,SPA,Villa&Bungallow di Kalianda Resort dan adapula yang menyajikan Orkes Hiburan Rakyat di beberapa tempat pada saat-saat atau event-event tertentu. Kesemuanya itu menjadi daya tarik tersendiri yang menjadikan tempat-tempat tersebut istimewa dimata para pengunjungnya.
Keuntungan yang mampu diperoleh dari keberadaan tempat2 wisata ini tentunya berimbas pada pendapatan daerah yang meningkat dari sektor wisata. Hal ini bersumber dari pajak yang sudah sewajibnya dibayarkan kepada daerah oleh para pengembang ataupun investor yang menanamkan modalnya untuk pengembangan tempat wisata tersebut. Selain itu, dengan makin menjamurnya wisata pantai, akan berdampak pada pengurangan pengangguran karena terciptanya lapangan kerja baru. Dan terakhir, dampak terhadap gaya hidup masyarakat, dimana masyarakat akan semakin dimanjakan dengan mudahnya akses baik dari segi lokasi maupun biaya membuat masyarakat semakin mencintai keindahan dan panorama pantai yang indah.
Arsip untuk Oktober 11th, 2007
Lampung & Pantai
Ditulis oleh geh di/pada Oktober 11, 2007
Ditulis dalam Travelling | 7 Komentar »
PSSI
Ditulis oleh geh di/pada Oktober 11, 2007
Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menyebabkan perubahan besar dalam semua aspek bisnis. Perubahan-perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk mempersiapkan dirinya agar bisa diterima di lingkungan global. Keadaan ini memaksa manajemen untuk berupaya menyiapkan, menyempurnakan ataupun mencari strategi-strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat dunia.
Dengan memahami dan mengembangkan hubungan antara bisnis dengan SI/TI, maka organisasi dapat berkonsentrasi pada aplikasi TI untuk membantu strategi bisnis. Tujuannya agar menghasilkan suatu framework untuk mencapai kesesuaian antara strategi SI/TI dengan strategi bisnis untuk perencanaan strategis sistem informasi. Kesesuaian strategi SI/TI dengan strategi bisnis mendefinikan apakan strategi bisnis yang ada mendukung visi, misi, tujuan dan perencanaan bisnis.
Ada 4 tahapan yang diterapkan dalam framework kesesuaian PSSI/TI dengan perencanaan bisnis yaitu mencakup perencanaan bisnis, tata kelola bisnis, perencanaan SI/TI dan tata kelola SI/TI. Setelah melakukan tahapan-tahapan tersebut, akan ada penilaian terhadap masing-masing kriteria. Bagian yang paling penting dari proses penilaian ini adalah pembuatan rekomendasi untuk menindaklanjuti masalah dan menentukan prioritas untuk melakukan perbaikan.
Dengan melakukan analisa terhadap proses bisnis, strategi bisnis dan peran dimana informasi dan sistem dalam bisnis, kebutuhan dan peluang yang potensial bisa diketahui. Kebutuhan akan informasi baru dapat dikonversi menjadi sistem-sistem dan pengorganisasian data. Perencanaan strategis sudah seharusnya mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada dan mengeksploitasi kekuatan serta memunculkan peluang dan kebutuhan yang baru. Oleh sebab itu, perencanaan strategis diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan pada lingkungan bisnis yang selalu bergerak secara dinamis.
Setiap perusahaan idealnya memiliki suatu alat ukur untuk mengetahui seberapa baik performansi perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memprediksi kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Untuk mengukur tingkat kinerja dan kelangsungan hidup perusahaan salah satunya adalah menggunakan metode Ballance Scorecard yang tidak hanya terfokus pada hal-hal yang sifatnya finansial saja, melainkan juga turut memperhatikan faktor-faktor non finansial seperti tingkat kepuasan pelanggan, inovasi produk dan jasa, maupun efisiensi proses kerja yang turut mempengaruhi kinerja organisasi di masa depan. Selain itu, ballance scorecard juga memiliki kelebihan dibandingkan metode lain, keunggulannya antara lain pengukuran yang lebih luas dan komprehensif, adanya hubungan sebab akibat, seimbang dan dapat diukur.
Daftar Pustaka
1. http://jsofian.wordpress.com/
2. http://www.duniaesai.com/
3. PPT Materi Kuliah KapSel3 STT Telkom 2007
Ditulis dalam my study | Leave a Comment »
Pemanasan Global
Ditulis oleh geh di/pada Oktober 11, 2007
Global Warming atau pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Dewasa ini global warming yang berakibat pada berbagai macam bencana ekologis belum menjadi kesadaran dari berbagai pihak sebagai suatu masalah yang harus segera diminimalisir. Walaupun telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi, tuntutan peningkatan perekonomian dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif), tetapi masih banyak yang tidak memahami dan kurang peduli pada global warming yang berimbas pada bencana saat ini. Global warming berakar dari efek rumah kaca yang disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5 – 4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat, tentunya dibarengi dengan perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi, meningkatnya suhu air laut mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.
Untuk mengantisipasi dampak dari gas rumah kaca yang sangat membahayakan kehidupan bumi, maka sangat dibutuhkan upaya untuk menanggulangi efek rumah kaca agar dampaknya tidak melebar beberapa tahun ke depan. Maka, diperlukan suatu tindakan penanggulangan yang konsisten dan berkelanjutan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Dari sekian banyak hal yang dapat dilakukan seperti mengurangi pemakaian gas freon dan bahan bakar minyak, menanam pohon sebagai langkah penghijauan dan masih banyak lagi, namun yang terpenting adalah kesadaran tiap warga masyarakat untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Namun yang kita lihat bahwasanya masih banyak yang belum sadar akan bahaya global warming ini bahkan yang lebih miris yaitu para generasi muda masih kurang diberikan pengetahuan tentang hal ini. Pada kenyataannya generasi sekarang terus menerus menggunakan dan memanfaatkan sumber daya alam tanpa memperhatikan efek samping yang dihasilkan dari pemakaian yang berlebihan dan tidak terkendali. Maka dari itu, diperlukan penanaman suatu pemikiran untuk menjaga keseimbangan lingkungan yang dimulai sejak dini, karena kesadaran lingkungan yang terbentuk sejak dini dapat menjadi fondasi yang kuat untuk kedepannya.
Daftar Pustaka :
1.____. Pemanasan Global. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.wikipedia.co.id/
2.____. Dapatkah Pemanasan Global Mencairkan Seluruh Es di Bumi?. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.antara.co.id
3.____. Pemanasan Global, Tragedi Peradaban Modern. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.timpakul.hijaubiru.org/panas-3/
4.____. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. dikutip 20 Juli 2007. [Online] Available: http://www.wwf.or.id/
Ditulis dalam umum | 1 Komentar »
Internet Protocol versi 6 (IPv6)
Ditulis oleh geh di/pada Oktober 11, 2007
Transisi IPv4 ke IPv6 merupakan fenomena yang tidak dapat dielakan oleh semua kalangan. Walaupun IPv4 tetap dapat digunakan, IPv6 memiliki versi design berbeda dan memiliki kegunaan lebih dibanding IPv4. Disertai dengan tumbuhnya inovasi-inovasi perangkat berteknologi, maka Negara-negara di dunia dituntut mampu bersaing atau setidaknya secara bertahap mulai untuk mengimplementasikan IPv6. Menurut jurnal Internet Protocol, diperkirakan tak sampai tahun 2011, jatah alamat IP yang masih belum digunakan saat ini akan habis. Maka muncullah suatu metode peangalamatan baru yang dikenal dengan sebutan IPv6. Di Indonesia, salah satu penyedia jasa Internet, Indosat Mega Media (Indosat M2), sejak 2004 telah siap menyewakan jaringan IPv6 ini.
IPv6 merupakan metode pengalamatan IP yang perlahan-lahan mulai menggantikan IPv4. IPv6 digunakan sebagai pengalamatan karena keterbatasan jumlah IP yang dimiliki oleh IPv4, mengingat semakin bertambahnya perangkat berbasis IP saat ini. IPv6 atau Internet Protocol version 6 adalah protokol Internet terbaru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari protokol yang dipakai saat ini, IPv4 (Internet Protocol version 4). Pengalamatan IPv6 menggunakan 128-bit alamat yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengalamatan 32-bit milik IPv4. Dengan kapasitas alamat IP yang sangat besar pada IPv6, setiap perangkat yang dapat terhubung ke Internet (komputer desktop, laptop, personal digital assistant, atau telepon seluler GPRS/3G) bisa memiliki alamat IP yang tetap. Sehingga, cepat atau lambat setiap perangkat elektronik yang ada dapat terhubung dengan Internet melalui alamat IP yang unik.
Protokol IPv6 ini memiliki beberapa fitur baru yang merupakan perbaikan dari IPv4, diantaranya :
• Memiliki format header baru
Header pada IPv6 memiliki format baru yang didesain untuk menjaga agar overhead header minimum, dengan menghilangkan field-field yang tidak diperlukan serta beberapa field opsional yang ditempatkan setelah header IPv6. Header IPv6 sendiri besarnya adalah dua kali dari besar header dari IPv4.
• Range alamat yang sangat besar
IPv6 memiliki 128-bit atau 16-byte untuk masing-masing alamat IP source dan destination. Sehingga secara logika IPv6 dapat menampung sekitar 3.4 x 1038 kemungkinan kombinasi alamat.
• Pengalamatan secara efisien dan hierarkis serta infrastruktur routing
Alamat global dari IPv6 yang digunakan pada porsi IPv6 di internet, didesain untuk menciptakan infrastruktur routing yang efisien, hierarkis, dan mudah dipahami oleh pengembang.
• Konfigurasi pengalamatan secara stateless dan statefull
IPv6 mendukung konfigurasi pengalamatan secara statefull, seperti konfigurasi alamat menggunakan server DHCP, atau secara stateless yang tanpa menggunakan server DHCP. Pada konfigurasi kedua, host secara otomatis mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 untuk link yang disebut dengan alamat link-lokal dan alamat yang diturunkan dari prefik yang ditransmisikan oleh router local.
• Built-in security
Dukungan terhadap IPsec memberikan dukungan terhadap keamanan jaringan dan menawarkan interoperabilitas antara implementasi IPv6 yang berbeda.
• Dukungan yang lebih baik dalam hal QoS
Pada header IPv6 terdapat trafik yang di identifikasi menggunakan field Flow Label, sehingga dukungan QoS dapat tetap diimplementasikan meskipun payload paket terenkripsi melalui IPsec.
• Protokol baru untuk interaksi node
Pada IPv6 terdapat Protokol Neighbor Discovery yang menggantikan Address Resolution Protokol.
• Ekstensibilitas
IPv6 dapat dengan mudah ditambahkan fitur baru dengan menambahkan header ekstensi setelah header IPv6. Ukuran dari header ekstensi IPv6 ini hanya terbatasi oleh ukuran dari paket IPv6 itu sendiri.
Daftar Pustaka :
1.http://bruury.wordpress.com/Fitur-fitur IPv6
2.http://ariowicak.blogspot.com/Wanna know about my thesis..??
3.http://www.apjii.or.id/Riset IPv6 di Indonesia
4.http://Tempointeraktif.com/Loncat ke protocol ke enam
Ditulis dalam my study | 1 Komentar »
Arah dan Trend SDM IT
Ditulis oleh geh di/pada Oktober 11, 2007
Dunia ini sedang didatarkan, begitulah kata Thomas Friedman dalam bukunya yang berjudul “The World is Flat”. Menurutnya ada 10 kekuatan pendatar dunia dan 6 diantaranya berhubungan erat dengan teknologi informasi, yaitu WWW, Opensourcing (linux, blogging, wikipedia), Software Revolution (people collaboration), Informing (yahoo and google), Outsourcing dan Steroid (PDA, mobile apps). Sejalan dengan meningkatnya jumlah pemakai internet yang hingga kini telah tercatat bahwa besarnya mencapai angka 1 miliar lebih, maka internet sudah bukan lagi menjadi hal yang baru dan asing, bahkan semua aspek kehidupan saat ini sudah tiba bisa dihilangkan ataupun dipisahkan dari internet ataupun penggunakan teknologi informasi dan komunikasi lainnya. Globalisasi saat ini bahkan sudah bukan lagi dipengaruhi oleh negara atau perusahaan, melainkan sudah dilakukan oleh individu atau komunitas kecil atau bahkan hanya dipengaruhi oleh orang perorang atau sekelompok orang. Contohnya adalah para tokoh-tokoh yang mampu mendatarkan dunia melalui teknologi. Sebut saja Bill Gates, tokoh terkenal di bidang IT ini mampu mendatarkan dunia dengan penemuannya yaitu yang berlabel Microsoft .
Sebenarnya kita bisa belajar dari para tokoh sebelum kita, bagaimana mereka bisa sukses dan bagaimana perjalanan karir mereka. Seiring perkembangan tenologi yang terus berkembang dengan pesatnya, maka diperlukan sumber daya manusia yang mengarah pada versalitist yaitu para spesialis atau orang-orang yang memiliki kemampuan spesifik namun juga memiliki skill verbal atau kemampuan komunikasi serta bisa menawarkan produk ke pihak lain dengan baik. Disinilah jiwa marketing dan entrepreneur digunakan. Jadi tidak hanya memiliki keunggulan defacto seperti kreatifitas dan mampu bekerja dengan baik atau disebut juga dengan softskill tetapi juga dibutuhkan kemampuan dejure yaitu kemampuan yang diperoleh dari pendidikan formal dan diakui melalui sertifikasi yang formal atau disebut juga dengan hardskill. Kedua kemampuan ini sudah seharusnya dimiliki oleh sumber daya manusia agar dapat memiliki andil dalam proses pendataran dunia atau hal paling minimal yang mampu dilakukan adalah mampu menjadi selebritis di bidangnya. Contoh nyata yang bisa kita temui adalah bapak Romi Satria Wahono sebagai pendiri ilmu computer.com. Beliau adalah tokoh yang mampu menggunakan dua kemampuan hardskill beserta softskill secara bersamaan. Kemampuan dasar hardskill di bidang IT ditambah daya khayal, inovasi dan kemampuan komunikasi, maka beliau mampu konsisten di jalur teknologi informasi. Sebagai mahasiswa yang bergelut di jalur pendidikan berbasis teknologi sudah seharusnya kita berkaca pada para tokoh-tokoh sebelum kita agar mampu memotivasi untuk menggunakan semua kemampuan secara optimal serta tidak pernah bosan untuk selalu terus belajar dan membuka pikiran terhadap perubahan yang tidak pernah berhenti.
Daftar Pustaka :
Wahono,Romi Satria. Arah dan Trend SDM IT. dikutip 24 September 2007. [Online] Available: http://www.RomiSatriaWahono.net/
Ditulis dalam my study | Leave a Comment »